Rindu 1.1
Langit biru itu mendadak kelabu. Ketika punggungmu menjauh, dan tak sekalipun kau palingkan wajah melihatku.
Sekuat itu kah kau menahan rindu? Bukankah itu sarapan pagi kita dulu?
Bukankah sebaiknya kita mengaku, bahwa waktu masih saja merayu untuk kita bertemu. Bahkan ia masih saja bersandar di lorong itu. Tak kemana, pekerjaannya hanya menyatukan kita.
()

button